Water Footprint Assessment pada Komoditas Padi, Jagung, dan Kedelai di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk Mendukung Sistem Pertanian Berkelanjutan

Fathi Alfinur Rizqi, Sri Nuryani Utami
*

Sari


Populasi penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 350 juta pada tahun 2045, mendorong Indonesia untuk meningkatkan ketersediaan pangan 3% setiap tahunnya. Program Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung Kedelai (Pajale), menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam menjawab tantangan ini. Di sisi lain, tekanan lingkungan memberikan batas jelas untuk melaksanakan proses budidaya pertanian berkelanjutan. Sebagaimana dua tujuan dari Sustainability Development Goals (SDGs) adalah menghentikan kelaparan dan kepastian akses terhadap air. Konsep air virtual (virtual water) hadir sebagai salah satu alternatif konsep berserta alat hitung air yang diperlukan dalam sebuah proses produksi pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi air virtual untuk komoditas padi, jagung, dan kedelai di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisa dalam penelitian ini menghasilkan nilai tapak air yang terdiri dari blue water, green water, dan grey water. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa water footprint tahunan kedelai merupakan yang tertinggi dengan 2.589 m3/ton disusul padi ladang, jagung, dan padi sawah sebesar
1.280 m3/ton; 844 m3/ton; 841 m3/ton. Hasil ini disebabkan oleh tingkat produktivitas yang semakin tinggi nilainya maka akan menghasil nilai water footprint akan semakin rendah. Pelaksanaan penelitian ini mengungkap faktor yang mempengaruhi jumlah air yang diperlukan untuk memproduksi komoditas pertanian. Pemilihan lokasi, kondisi iklim, jenis tanaman, teknik budidaya hingga penggunaan pupuk merupakan faktor yang perlu diperhatikan untuk dapat menekan penggunaan air dalam proses produksi pertanian. Dengan demikian, tujuan pelaksanaan budidaya pertanian yang berkelanjutan dapat terwujud.


Kata Kunci


water footprint; virtual water; Pajale; Daerah Istimewa Yogyakarta; pertanian berkelanjutan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bocchiola, D., Nana, E., & Soncini, A. (2013). Impact of climate change scenarios on crop yield and water footprint of maize in the Po valley of Italy. Agricultural Water Management, 116, 50–61. https://doi.org/10.1016/j.agwat.2012.10.009

Bulsink, F., Hoekstra, A. Y., & Booij, M. J. (2010). The water footprint of Indonesian provinces related to the consumption of crop products. Hydrology and Earth System Sciences, 14(1), 119–128.

Dainty, I., Abdullah, S. H., & Priyati, A. (2016). Analisis peluang curah hujan untuk penetapan pola dan waktu tanam serta pemilihan jenis komoditi yang sesuai di Desa Masbagik Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 4(1), 207–216.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. (2015). Pedoman Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai Melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukungnya. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pertanian.

Foresight. (2011). The Future of Food and Farming: Challenges and Choices for Global Sustainability. London, UK: The Government Office for Science.

Gobin, A., Kersebaum, K. C., Eitzinger, J., Trnka, M., Hlavinka, P., Takáč, J., … Zoumides, C. (2017). Variability in the Water Footprint of Arable Crop Production across European Regions. Water, 9(2), 93. https://doi.org/10.3390/w9020093

Hoekstra, A. Y. (2003). Virtual water: An introduction. Dalam A. Y. Hoekstra (Ed.), Virtual Water Trade—Proceeding of The International Expert Meeting on Virtual Water Trade (hlm. 13–23). Delft, Netherlands: IHE Delft.

Hoekstra, A. Y., Chapagain, A. K., Mekonnen, M. M., & Aldaya, M. M. (2011). The water footprint assessment manual: Setting the global standard. London, UK ; Washington, USA: Earthscan.

Hoekstra, A. Y., & Hung, P. Q. (2005). Globalisation of water resources: International virtual water flows in relation to crop trade. Global Environmental Change, 15(1), 45–56. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2004.06.004

Nangimah, S. L., Laimeheriwa, S., & Tomasoa, R. (2018). Dampak fenomena El Nino dan La Nina terhadap keseimbangan air lahan pertanian dan periode tumbuh tersedia di Daerah Waeapo Pulau Buru. Jurnal Budidaya Pertanian, 14(2), 66–74.

Sun, S., Wu, P., Wang, Y., Zhao, X., Liu, J., & Zhang, X. (2013). The impacts of interannual climate variability and agricultural inputs on water footprint of crop production in an irrigation district of China. Science of The Total Environment, 444, 498–507. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2012.12.016

United Nations. (2015). Open Working Group Proposal for Sustainable Development Doals (Report of the Open Working Group of the General Assembly on Sustainable Development Goals No. A/68/970). Diperoleh dari http://undocs.org/A/68/970

Wang, X., Li, X., Fischer, G., Sun, L., Tan, M., Xin, L., & Liang, Z. (2015). Impact of the changing area sown to winter wheat on crop water footprint in the North China Plain. Ecological Indicators, 57, 100–109. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2015.04.023

Zhuo, L., Mekonnen, M. M., Hoekstra, A. Y., & Wada, Y. (2016). Inter- and intra-annual variation of water footprint of crops and blue water scarcity in the Yellow River basin (1961–2009). Advances in Water Resources, 87, 29–41. https://doi.org/10.1016/j.advwatres.2015.11.002


Statistik Tampilan

Sari : 52 kali
PDF : 23 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v15.i2.121-129

Hak Cipta (c) 2020 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.